Ketika di stasiun

Published 21 July 2012 by manik0ask

Teringat ketika pacar saya main ke Jakarta untuk bertemu saya. Ketika saya mengantarnya ke stasiun untuk kembali ke Bandung.

Waktu itu sambil menunggu kereta datang, saya memutuskan untuk membeli makan malam sebelum dia berangkat. Karena harga makanan di kereta mahal, lebih baik makan dahulu sebelum berangkat.
Karena saking ramainya yang membeli makan malam, dan tidak ada tempat duduk yang tersisa, akhirnya saya memutuskan untuk membungkusnya dan makan di kursi luar tempat menunggu kereta.

Saya berikan makanan itu kepada pacar. Saat itu di samping pacar saya ada dua orang laki-laki dan perempuan. Saya dengan santainya membuka makanan yang tadi di beli dan kemudian mulai memakannya. Sedangkan pacar saya, ketika sudah berhasil membuka makanannya, dia menawari orang di sampingnya. Ya walaupun hanya bilang, “Pak/Bu makaannn”.
Saya yang mendengarnya langsung merasa terhenyak, dimana rasa kepedulianmu nik selama ini?
Sebegitukah Jakarta mengubahmu sehingga tak peduli dengan orang sekelilingmu?
Walau hanya untuk sekedar basa-basi menawari makanan.
Bukan masalah nanti mereka malah minta makanan saya atau bagaimana, tapi hal-hal kecil seperti inilah yang sering dilupakan sehingga membuat jenjang perbedaan (gap) menjadi semakin jauh.

Yaa… saya rasa, rasa kepedulian dan adat ketimuran saya mungkin telah mulai luntur. Mana saya peduli mereka sedang apa.
Tapi kata-kata yang dilontarkan pacar saya mengingatkan saya bahwa kita memang harus peduli dengan sekitar.
Pantas saja di Jakarta ini, sesama tetangga saja tidak saling kenal. Karena ego invidualnya masih tinggi.
Melihat tingkah pacar saya, saya merasa harus mengubah diri ini, bukan lagi menjadi orang yang egois dan individual tapi menjadi orang yang mau peduli dengan sekitar, setidaknya tau apa yg terjadi di sekitar kita.

NB: Setelah beberapa lama, kedua orang disamping pacar saya mengobrol. Dan ternyata mereka bukan orang Indonesia. Entah orang Thailand, Vietnam, atau apa, yang jelas Bahasa yang mereka gunakan tidak saya kenali.
*Berarti ketika pacar saya menawari makan, mereka ga ngerti dong? hahahha :))

Semoga ada hikmah yang bisa di ambil dari cerita ini. :))
Happy fasting friends..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: