Menikah?

Published 24 June 2012 by manik0ask

Hmmm..
Banyak pertanyaan yg terngiang di telingaku. Mulai dari kenapa harus menikah? Buat apa menikah? Seperti apa pernikahan?

Pertanyaannya akan semakin sulit ketika ditanya kenapa menikah dengan si “A” atau si “B”? Apa yang membuatmu memilih dia?
Menurutku pertanyaan yang paling krusial adalah ketika menentukan apa tujuan menikah? Pencapaian apa yg ingin dicapai dlm sebuah pernikahan?
Sebenarnya aku ingin jawaban yg bukan dari sisi agama (ex. Memudahkan rejeki, mendapatkan keturunan, dll).
Aku ingin jawaban yang lebih kepada apa yang dicari dari sebuah pernikahan dan apa tujuan dari sebuah pernikahan?

Bagaimana kita bisa tau apa tujuan untuk menikah?
Dulu terpikir hanya dari sisi enaknya saja, “ingin jadi ibu aja deh, biar ga usah kerja. Kerja bikin capek, nyari kerja jg susah, ato kerjaanku ga sesuai dengan bidangku, dsb”.
Ketika suatu masa, aku tidak lg mempermasalahkan itu lagi. Tapi yg aku permasalahkan adalah bagaimana kita bisa menemukan jodoh kita dan menentukan tujuan untuk nikah apa?
Aku masih belum bisa menentukan apa tujuan menikah. Ketika aku bilang tujuanku menikah agar aku makin sejahtera karena suamiku nanti bekerja, dan aku mengurus anak2-ku. Kemudian terlempar lg pertanyaan, “hidup sejahtera? Suami bekerja?” Pekerjaan suami yg seperti apa yg bisa membuatku sejahtera? Apa penilaiannya sebuah pekerjaan dikatakan bisa membuat sejahtera atau tidak?
Anggap saja pekerjaannya sudah bisa mensejahterakan secara material. Tapi apakah hanya sejahtera materi yang dibutuhkan?
Ketika mengatakan sejahtera materi, buat apa menikah?
Toh dengan kerja begini saja, materi saya sudah terpenuhi kok. Jadi bagaimana ini?
Misal, tujuan nikahku adalah agar ada yg menemaniku n menjagaku, menyayangiku.
Emangnya nikah cuma biar dapet kasih sayang dari orang lain ato biar ada yg ngurus aja gitu?
Kalau suamimu sayang padamu, baik padamu, perhatian padamu, tapi secara material tak mencukupi, bagaimana pendapatmu?
Bisakah menikah dengan kondisi seperti itu?
Selalu akan ada yg berat sebelah.
Bagaimana aku bisa tau mana bagian yang terpenting dari sebuah pernikahan?
Apakah kasih sayang yang paling utama?
Atau sejahtera material yg paling utama?
Rumah tangga seperti apa yg akan terbentuk?

Bukan untuk membanding-bandingkan atau malah untuk merendahkan salah satu pihak.
Ketika menemukan pacar yg memang ingin menikah denganmu, namun dengan kemampuan finansial dibawahmu, dan kamu ragu menjalani rumah tangga nantinya, apakah itu wajar?
Ketika kamu meminta sudahi aja dengannya, dan dia dengan lapang dada melepasmu untuk mencari pria yg bisa membahagiakanmu secara material dan spiritual. Ketika kamu meminta padanya carilah wanita lain yg sepadan denganmu. Layakkah aku mengatakan begitu padanya?
Aku tak tau apa arti jawabannya, yg aku tau dia hanya bilang, dia belum mau mencari wanita lain. Dia hanya mau berusaha lebih baik lagi agar aku tak ragu lagi padanya.
Yaa.. Walaupun aku tau, sedikit banyak dia sudah berusaha agar menjadi lebih baik. Namun kadang tindakannya yg terburu-buru itu malah membuat rugi dirinya. Dia mengakui kalau dirinya gegabah mengambil keputusan dan tidak memperhatikan resiko-resiko yang muncul jika dia gagal menjalankan rencananya.
Layakkah pria seperti ini menjadi seorang suamiku? Bukan bermaksud menyombongkan diri dan menganggap diriku lebih baik dari dia, tapi.. Aku butuh pemimpin yg bisa memimpinku dan tidak melakukan kesalahan seperti yang dia lakukan.
Aahhh.. Aku tak tau siapa yg salah. Menyakiti orang yg kita sayangi seakan-akan seperti menyakiti diriku sendiri.
Aku tau dia tak secerdas diriku . Tapi pentingkah itu dalam sebuah pernikahan?
Apa yang membuat mereka mengambil keputusan untuk menikah?
Toh kita tidak tau akan seperti apa masa depan.

2 comments on “Menikah?

  • Ku mengenal dirimu,engkau orang yg baik,pintar n menyenangkan.
    Tak spantasnya engkau memetik ke galauan dari orang yg enkau kenang.
    Kpd orang yg kau knal,bercerminlah betapa legamnya,kulitpun mulai keriput,uban pun menampakan dirinya yg salah satu tanda2 kematian.
    Sudahkah punya bekal buat di alam kekal?
    Apakah masih berguna bgi orang lain?
    Jgn biarkan menjadi orang dskitarmu galau,risau dan gelisah atas ulah dan kondsi yg ada*

    diri ini harus berusaha sambil mengasingkan diri dari keluarga dan orang2 terdekat,agar takan ada yg tau keberadaanku & takan ada yg tersakiti lgi*
    mungkin kegalauanpun akan sirna di telan waktu.
    Smoga kerisauan takan menghantui
    dirimu lgi,yg tak pantas kau alami

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: