Ketika emosi

Published 21 March 2012 by manik0ask

Kadang hati ini ga bisa di tebak, kadang seneng, kadang sedih, kadang kesel, kadang pengen marah, dll.

Ga butuh waktu lama untuk mengubah perasaan di hati, ga nyampe beberapa menit, bisa dibolak balik rasa di hati ini.

Ketika emosi kemarahan sudah di ubun-ubun kepala namun tak bisa di keluarkan, mungkin hanya tangis yang bisa mengatasinya.
Bukan karena tidak mau meluapkan emosi, tapi saya lebih suka memendam perasaan emosi, cukup di hati saja.
Walaupun rasanya ingin teriak, tapi saya lebih memilih untuk teriak di dalam hati saja.
Menahan semua kesal
Menahan semua ego
Menahan semua marah
Dan hanya air mata yg keluar dengan diiringi isak tangis.

Mungkin itu lebih baik, daripada saya harus meluapkan kekesalan dan kemarahan saya kepada orang lain..

*masih sambil mengatur napas agar tidak semakin emosi

Setiap orang mengerjakan kewajibannya terlebih dahulu
Dan saya tidak suka melakukan multitasking jika memang saya tidak suka task nya..

Heyyy… saya masih ada kewajiban yang harus di selesaikan terlebih dahulu, bukan tidak mau membantu, tapi biarkan saya mengerjakan kewajiban saya dulu..

*kembali menahan emosi

Ya Allah, kuatkanlah hamba-Mu ini
“Hanya Allah yang bisa membolak-balikkan hati manusia”
“Hanya kepada-Mu hamba berserah diri”
“Jagalah perasaan dan perilaku hamba ya Allah agar tidak menyakiti hati orang lain”
“Amin”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: