Pria Sejati

Published 20 October 2011 by manik0ask

Pria sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.

• Pria sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu.

• Pria sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya.

• Pria Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya.

• Pria sejati bukanlah dilihat dari kecerdasan yang ia miliki, tetapi dari cerdasnya dia memaksimalkan kecerdasannya dalam mempelajari ilmu Allah.

• Pria sejati bukanlah dilihat dari pangkat dan derajatnya, tetapi dari sifat amanahnya dan kejujurannya dalam tugas yang dipercayakan padanya.

• Pria sejati bukanlah dilihat dari kekayaan materi yang melimpah, tetapi dari kaya nya akan ketulusan dan keikhlasan dalam hatinya.

• Pria sejati bukanlah dilihat dari ketampanan wajah yang ia miliki, tetapi dari ketampanan akhlak dan ketawadhu’annya.

• Pria sejati bukanlah dilihat dari tingginya ilmu agamanya, tetapi dari banyaknya ilmu agama yang istiqomah ia amalkan dalam kesehariannya.

• Pria sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.

• Pria sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa.

• Pria sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati di tempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah.

• Pria sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan.

• Pria Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.

• Pria sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak orang yang takut padanya, tetapi dari kemampuannya mengayomi orang orang disekitarnya.

Dari sahabat Abu Hurairah, Bersabda Rasulullah, “Mu’min yang kuat lebih dicintai Allah dari mu’min yang lemah, dan masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa malas, dan apabila engkau ditimpa sesuatu maka katakanlah “Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al, Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi”. (HR. Muslim)

wallahu a’lam…wallahul musta’an…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: