Perancangan dan implementasi sistem telemetri suhu ruangan berbasis mikrokontroler

Published 29 May 2011 by manik0ask

Abstrak

Telemetri adalah proses pengukuran parameter suatu obyek (benda, ruang, kondisi alam), yang hasil pengukurannya di kirimkan ke tempat lain melalui proses pengiriman data baik dengan menggunakan kabel maupun tanpa menggunakan kabel (wireless), selanjutnya data tersebut dapat dimanfaatkan langsung atau dianalisa untuk keperluan tertentu. Dalam tugas akhir ini, akan dirancang sistem pengontrolan suhu menggunakan telemetri. Dengan menggunakan sistem telemetri diharapkan memberikan kemudahan bagi manusia dalam sistem pengendalian suhu. Apalagi saat ini pengontrolan suhu masih dilakukan secara manual atau menggunakan remote control, dimana pengontrolan dilakukan di tempat perangkat berada. Dengan menggunakan sistem telemetri, pengontrolan suhu dapat dilakukan di tempat berbeda.

Desain dan realisasi sistem pengontrolan suhu ruangan menggunakan sistem telemetri, dalam hal ini menggunakan modul RF (YS1020-UA). Perangkat telemetri terdiri dari hardware dan software, dimana perangkat ini terdapat dibagian pengirim dan penerima. Di bagian pengirim terdapat sensor suhu yang akan terintegrasi dengan mikrokontroler ATMega8535 kemudian ditransmisikan menggunakan perangkat YS1020-UA. Setelah ditransmisikan, di bagian penerima akan diterima oleh YS1020-UA dan dihubungkan dengan PC. Pengontrolan suhu dilakukan dibagian penerima, dengan mengirimkan suhu standar minimal untuk mengaktifkan kipas.

Pengujian sistem dilakukan mulai dari blok catu daya, sensor suhu, driver motor kipas, mikrokontroler, RF modul, dan aplikasi pada PC. Hasil dari pengujian tersebut menunjukkan bahwa sistem dapat bekerja dengan baik. 2.

Rata – rata waktu yang dibutuhkan untuk satu kali pengiriman data suhu adalah 3.148 detik  dengan delay sebanyak 3 detik pada kondisi indoor. Faktor kegagalan yang terjadi dari 128 pengiriman data suhu adalah 6.25% dengan jarak maksimum 70 meter.

Kata kunci : telemetri, PWM, RF modul, sensor suhu, mikrokontroler ATMega8535


Kesimpulan

Dari hasil analisis dari pengujian dan pengukuran yang dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1.       ADC pada ATmega8535 cukup akurat dalam melakukan konversi terbukti pada saat pengukuran sensor suhu pada perangkat ini.

2.       PWM pada ATmega8535 bekerja dengan baik dapat dilihat pada tegangan yang dihasilkan yaitu:

a.       kipas off: tidak ada tegangan yang dihasilkan

b.       kipas slow: tegangan yang dihasilkan sebesar 2.54Volt dengan duty cycle 50%.

c.        kipas medium: tegangan yang dihasilkan sebesar 3.64Volt dengan duty cycle 75.3%

d.       kipas fast: tegangan yang dihasilkan sebesar 5.08Volt

3.       Pada pengukuran komunikasi RF module pada kondisi obstacle, pengaturan awal berupa pengiriman data dilakukan setiap 3 detik. Rata-rata waktu datangnya data kedua setelah data pertama diterima adalah sebesar 3.148 detik sehingga delay dari pengiriman data suhu adalah 0.148 detik. Faktor kegagalan yang terjadi dari 128 pengiriman data suhu adalah 6.25% dengan jarak maksimum 70 m. 

4.       Pada pengukuran komunikasi RF module pada kondisi free space, pengaturan awal berupa pengiriman data dilakukan setiap 3 detik. Rata-rata waktu datangnya data kedua setelah data pertama diterima adalah sebesar 3.32 detik sehingga delay dari pengiriman data suhu adalah 0.32 detik pada kondisi free space. Faktor kegagalan yang terjadi dari 336 pengiriman data suhu adalah 4.934% dengan jarak maksimum 174 m.  

jurnal

Tugas akhir

Silahkan klik link di atas untuk mendownload detailnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: