bulan sabit

Published 29 May 2011 by manik0ask

mungkin benar…
jika kita mencintai seseorang, kita takkan rela bila ia menderita bersama kita…
lebih baik, jika ia tidak bersamaku, daripada bersamaku tapi hanya akan membuatnya menderita…

aku takkan rela bila pengorbanannya selama ini harus berakhir dengan penderitaan hanya gara2 aku…

aku sayang dia…
dia pun lebih menyanyangiku lagi…

aku menginginkannya..
dia pun sama menginginkanku…

perjuangan untuk menjadi sepasang suami istri ini begitu berliku…

dia bilang “kendalanya hanya di keluarga neng”
“aa kira ga akan ada kendala lain selain itu”

begitu baiknya dia…

aku tak rela bila dia sengsara bersamaku…
aku dan dia sama berharapnya¬† bisa mempunyai keturunan…
tapi…
memang aku penyebabnya…
andaikan aku bisa memberikannya keturunan…

katanya “kalo kita belum dikarunia anak, berarti kita belum mampu merawat anak..”
” Allah belum memberi izin buat kita memiliki anak…”
” jika memang Allah berkehendak, nanti kita juga punya anak..”

aku terenyuh mendengar kata2nya…
memang beda cara berpikir orang yang telah dewasa dan tidak…

ketika ku tanya, “aa masih mau sama neng, setelah tau kayak gitu?”
jawabannya masih sama…
” kendalanya hanya di keluarga neng..”
” kita berdua kan sama juga, ingin mempunyai keturunan,..”
” hanya saja kalo Allah belum mengizinkan, ya tidak akan bisa..”
” bisa saja kita belum diberi keturunan karena belum dianggap siap”
” tapi kita harus tetap berdoa n berusaha..”

wanita mana yang tidak akan menangis mendengar pengakuan seperti itu?

pernah aku berpikir untuk melepasnya…
dia terlalu baik untukku…
aku tak rela pengorbanannya untuk menjadikanku istri akan sia2 karena aku tidak bisa memberikannya keturunan…
ingin rasanya berkata, ” jangan pilih aku… pilihlah wanita lain yang lebih layak untukmu dan bisa memberikanmu keturunan..”
” aku hanya akan menambah bebanmu saja nantinya..”
” dirimu tidak akan menjadi pria yang sempurna jika tidak mempunyai anak”

” lebih baik aku melihatmu bahagia bersama wanita lain daripada bersamaku nantinya”
‘ aku akan berusaha ikhlas…”

tangisanku pecah…

akan adakah seorang pria yang seperti dia datang menikahiku???

seorang wanita yang tidak akan bisa menyempurnakan sebuah keluarga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: